SUNGAILIAT, iNews.id - Selama Januari-Juni 2021 terjadi 300 kecelakaan nasional di seluruh wilayah Indonesia. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mencatat wilayah perairan mendominasi.
Kepala Pusat Data dan Informasi Basarnas Pusat, Didi Hamzar mengatakan, tingginya angka kecelakaan di perairan karena letak geografis wilayah kepulauan dengan kondisi di sebagian wilayah perairan cukup ekstrem. Basarnas harus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dalam menangani kecelakaan mengingat terbatasnya SDM.
"Angka kecelakaan atau kondisi membahayakan jiwa manusia tersebut didominasi kecelakaan wilayah perairan seperti di laut, sungai maupun wilayah perairan lainnya," kata Didi, Rabu (23/6/2021).
Didi menyebutkan, situasi pandemi Covid-19 turut menjadi faktor terjadinya kecelakaan atau situasi membahayakan. Covid-19 memaksa masyarakat untuk lebih giat lagi memenuhi tuntutan hidup.
Menurut dia, dalam menjalankan tugas penyelamatan korban, Basarnas mengedepankan pola profesional, sinergi dan militan serta merespon dengan cepat (quick response). Sementara jumlah personel yang dimiliki Basarnas hanya 3.800 orang.
"Personel Basarnas secara nasional membutuhkan 10.000 personel tetapi saat ini hanya memiliki 3.800 personel artinya postur pegawai Basarnas masih rendah atau kurus," ujarnya.
Editor : Erwin C Sihombing
Artikel Terkait