PANGKALPINANG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyiapkan lahan seluas 50 hektare sebagai tempat karantina sapi asal Australia. Hal ini untuk mewujudkan swasembada sapi di Babel.
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman mengatakan, ide tersebut setelah dirinya mendapatkan saran dari pengelola sapi asal Lampung, Mat Aji yang suskes menernakkan sapi asal Australia jenis limosin.
"Hari ini saya beserta kadis pertanian beserta UPT pembibitan meminta masukan guna percepatan swasembada daging sapi di Babel," kata Erzaldi saat berbincang dengan Mat Aji, Kamis (24/6/2021).
Gubernur menuturkan, Mat Aji yang dijadikan sebagai contoh, suskes mengelola sapi limosin. Hal itulah yang memberi motivasi bagi Erzaldi untuk belajar.
"Arahan dan bimbingan ternyata banyak inovasi. Dari barang-barang yang terbuang dapat menghasilkan sarana dan prasarana untuk peternakan sapi," ujarnya.
Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi mengatakan, dengan impor sapi indukan asal Australia langsung ke Babel diyakini membuat harga sapi di tingkat lokal jauh lebih murah, dibanding dengan yang terjadi sekarang. Sebab, penjual lokal masih harus dibebani dengan biaya transportasi.
"Belinya dari Lampung yang memang langsung mengimpor dari Australia adalah salah satu solusinya. Kemudian dibawa ke Babel, otomatis biayanya akan lebih berkurang," kata Juaidi.
Juaidi menjelaskan, akan menyediakan lahan seluas 50 hektare sebagai lokasi karantina serta bagaimana menerapkan manajemen pengelolaan, sumber pakannya dan instalasi lainnya.
Tentunya perlu kerja sama antara pelaku usaha dengan BUMD. Misalnya untuk penyediaan pakannya atau penyedia instalasi air minum dan sebagainya.
"Ini tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja, harus ada peran serta dunia usaha serta tetap melibatkan tenaga lokal," ucap Juaidi.
Editor : Ikhsan Firmansyah
Artikel Terkait