BANGKA BARAT, iNews.id – Jagat maya dihebohkan dengan aksi seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, yang melabrak warganya sendiri. Sang Kades meradang setelah warganya mengkritik menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui media sosial.
Tak sekadar datang untuk menegur, oknum kades tersebut bahkan diduga melontarkan ancaman pengusiran jika warga tersebut kembali mengunggah kritik terkait menu MBG.
Diperoleh informasi, peristiwa itu bermula saat Dewi, warga Desa Pangek, Kecamatan Simpang Teritip, mengunggah postingan mengenai menu MBG yang diterima anaknya. Dewi mengaku tujuannya mengkritik adalah agar menu yang disajikan lebih bervariasi dan tidak monoton, sehingga lebih disukai anak-anak.
Namun, kritik tersebut direspons keras oleh Kades Pangek, Sarmin. Menggunakan sepeda motor dinas, Sarmin mendatangi rumah Dewi dan memarahinya di hadapan warga lain.
"Saya tidak menyangka postingan itu berakhir seperti ini. Pak Kades datang marah-marah, bahkan sempat mengancam akan mengusir saya dari desa kalau masih memposting soal menu itu di medsos," ungkap Dewi saat ditemui di rumahnya, Kamis (22/1/2026).
Saat dikonfirmasi, Kades Pangek, Sarmin, tidak menampik dirinya mendatangi Dewi dengan nada bicara yang keras. Namun, ia berdalih tindakan tersebut dilakukan demi menjaga kondusivitas desa agar tidak terjadi kegaduhan akibat opini di media sosial. "Memang saya tegur sedikit keras. Itu dilakukan supaya tidak terjadi kegaduhan di desa," ujar Sarmin.
Berbanding terbalik dengan respons sang Kades, pihak penyedia makanan justru menanggapi kritik tersebut dengan tangan terbuka.
Kepala SPPG Giantara Berkah Abadi Pangek, Auliyaq mengaku tidak mempermasalahkan kritik di media sosial.
"Kami tidak masalah dengan postingan kritik tersebut. Namun, kami menyampaikan apabila ada masukan atau saran, silakan datang langsung ke dapur kami agar bisa segera kami perbaiki," ujar Auliyaq.
Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait