Bea Cukai Tanjung Pandan Amankan 10.515 Botol Miras Ilegal dari Singapura

Antara ยท Sabtu, 13 November 2021 - 09:12:00 WIB
Bea Cukai Tanjung Pandan Amankan 10.515 Botol Miras Ilegal dari Singapura
Bea Cukai mengamankan puluhan ribu botal miras ilegal dari Singapura tujuan Jakarta. (Foto: Antara).

BELITUNG, iNews.id - Tim Bea Cukai Tanjung Pandan bersama tim Kanwil DJBC Sumatera Bagian Timur mengamankan penyelundupan 10.515 botol minuman keras mengandung etil alkohol (MMEA) ilegal. Minuman keras asal Singapura akan dibawa dengan tujuan Jakarta.

"Kami berhasil mengamankan 10.515 botol MMEA tanpa dilekati pita cukai di Perairan Pulau Belitung," Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C (KPPBC TMP C) Tanjung Pandan, Jerry Kurniawan di Kabupaten Belitung, Bangka Belitung, Jumat (12/11/2021).

Penindakan dan pengamanan barang bukti ribuan botol minuman mengandung MMEA kata dia, merupakan langkah sinergi dan pengawasan berlapis antara Kanwil Khusus DJBC Kepri, Kanwil DJBC Sumatera Bagian Timur dan Bea Cukai Tanjung Pandan.

Dalam penindakan itu petugas berhasil mengamankan sebanyak 1.021 koli atau 10.515 botol minuman beralkohol ilegal atau tanpa dilekati pita cukai golongan C dari berbagai jenis dan merek.

Kasus ini terungkap saat adanya informasi terkait pengiriman MMEA ilegal dari luar negeri menggunakan sebuah kapal kayu tujuan Jakarta dan telah memasuki perairan Pulau Belitung.

"Barang ini memang bukan ditujukan untuk konsumsi Pulau Belitung namun tujuan akhir barang ini adalah Jakarta. Pulau Belitung hanya dijadikan tempat transitnya saja" ujarnya.

Jerry menambahkan, guna mengelabui petugas, ribuan botol tersebut dipindahkan dari kapal kayu dan selanjutnya akan dilakukan pengiriman ke Jakarta menggunakan jasa ekspedisi.

"Modusnya sudah melewati jalur laut mereka alih pindahkan barang ini ke darat untuk dilakukan penggantian moda transportasi pengiriman yakni menggunakan jasa truk-truk ekspedisi ke Jakarta dengan kapal Ro-Ro," kata dia.

Editor : Andi Mohammad Ikhbal

Bagikan Artikel: