Gegara Tambang Ilegal, Pangkalpinang Terancam Kekurangan TPU

Antara ยท Jumat, 11 Juni 2021 - 18:07:00 WIB
Gegara Tambang Ilegal, Pangkalpinang Terancam Kekurangan TPU
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan saat beekunjung ke TPU Ampui Pangkalpinang, Jumat (11/6/2021). Foto: Antara

PANGKALPINANG, iNews.id -  Maraknya aktivitas tambang ilegal di Pangkalpinang, Bangka Belitung (Babel), bukan hanya mengancam lingkungan tetapi membuat warga kehilangan tempat untuk menguburkan kerabatnya. Sebab Tempat pemakaman umum (TPU) di Kelurahan Ampui, terancam longsor akibat maraknya aktivitas penambangan bijih timah ilegal di kawasan itu.

Ketua Pengurus Pemakaman Ampui, Fahrizal, ketika berdialog dengan Gubernur Babel Erzaldi Rosman Djohan, Jumat (11/6/2021), meminta, pemerintah menertibkan kegiatan tambang ilegal. Sebab TPU Ampui yang menampung jenazah dari 7 kelurahan dan 17 kampung di Kota Pangkalpinang selalu terkena banjir dan terancam longsor ekses dari aktivitas ilegal itu.

"Ini untuk anak cucu kita. Apabila  tidak ada lahan lagi, mau di mana lagi kita mengubur jenazah, sementara lahan perkuburan di Pangkalpinang sudah mahal harganya," ujarnya.

Menurut dia, dalam mengatasi banjir dan ancaman longsor ini,  perlu dilakukan penimbunan dan pembangunan talud di seputar area pemakaman. Setidaknya ada alat penahan banjir untuk mengantisipasi longsor.

Gubernur Erzaldi memastikan telah mendorong pengkajian persoalan banjir di Kota Pangkalpinang ke pemerintah pusat. Tujuannya agar Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PUPR menerapkan kawasan terintegrasi pengendalian banjir.

"Saat ini Balai Besar Wilayah Sungai Kementerian PUPR sedang melakukan kajian. Nah, apabila disetujui Pemerintah Pusat, maka kawasan terintegrasi pengendalian banjir di Pangkalpinang akan terealisasi, yang dimulai dari wilayah Mangkol, Pedindang, Teru, hingga ke Pangkal Balam," kata Gubernur.

Editor : Erwin Sihombing