Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor DPRD Kabupaten Bangka Ditutup Sementara

Antara ยท Rabu, 06 Januari 2021 - 18:31:00 WIB
Pegawainya Terpapar Covid-19, Kantor DPRD Kabupaten Bangka Ditutup Sementara
Boy Yandra Jubir penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka. (Foto:iNews.id/Endang Kurniawan)

BANGKA, iNews.id - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, menyatakan kantor DPRD setempat ditutup selama 10 hari. Penutupan terpaksa dilakukan karena sejumlah pegawai terkonfirmasi positif Covid-19.

"Kantor DPRD ditutup selama 10 hari untuk mencegah penyebaran virus antarpegawai, setelah diketahui tujuh orang pegawainya terkonfirmasi positif Covid-19. Penutupan terhitung mulai hari ini," kata Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka, Boy Yandra, Rabu (6/1/2021).

Boy Yandra mengatakan, pegawai DPRD terpapar Covid-19 diketahui secara bertahap. Awalnya terdapat dua orang positif Covid-19, kemudian dilanjutkan tes usap bagi 21 pegawai dan ditemukan kembali kasus yang sama terhadap lima pegawai.

"Penutupan kantor DPRD setelah disetujui langsung oleh ketua DPRD dan sekretaris dewan, dengan harapan dapat menghentikan penyebaran virus corona di kantor itu," katanya.

Pihak BPBD setempat sudah melakukan penyemprotan cairan disinfektan di semua ruangan kantor DPRD untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

Penutupan sementara juga dilakukan di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia selama 4-11 Januari 2021. Sebab, terdapat delapan pegawai kantor itu terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil tes usap dari uji laboratorium wilayah tersebut.

"Saya imbau seluruh masyarakat tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Bagi yang pulang bepergian dari luar Pulau Bangka untuk melakukan isolasi mandiri dan selanjutnya melakukan tes antigen," kata Boy Yandra.

Data informasi Covid-19 Kabupaten Bangka sampai dengan hari ini mencatat, jumlah pasien Covid-19 mencapai total 777 orang, sembuh 678 orang, dan pasien Covid-19 yang meninggal dunia delapan orang.

Editor : Ikhsa Firmansyah