PANGKALPINANG, iNews.id - Banjir rob masih melanda sejumlah kawasan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). Hari ini merupakan banjir terparah dalam tiga hari belakangan, yang berdampak pada 1.839 rumah warga.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel, Mikron Antariksa mengatakan pihaknya baru mendapatkan data dari tiga kabupaten kota yang terdampak banjir rob hingga pukul 15.30 WIB, Rabu (8/12/2021).
"Rumah yang terdampak banjir rob sementara 1.839 unit. Ini baru dari Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Barat. Belum ditambah dengan Bangka Tengah, Belitung dan Belitung Timur," kata Mikron.
Ia menuturkan banjir di Pangkalpinang merendam sebanyak 788 unit rumah. Rinciannya di kawasan Kampung Seberang ada 170 rumah dan Kelurahan Opas Indah 188 rumah.
“Selanjutnya Pasir Putih 150 rumah, Ampui 16 rumah, Rejo Sari 114 rumah, Pangkal Arang 50 rumah dan Pasir Padi 100 rumah,” tuturnya.
Sedangkan di Kabupaten Bangka, kata dia, banjir menggenangi sebanyak 769 rumah, dengan rincian di lingkungan Air Anyut 40 rumah dan Kampung Pasir 50 rumah
“Selanjutnya Cokro 45 rumah, lingkungan Nelayan 1 ada 143 rumah, Nelayan 2 ada 180 rumah, Parit Pekir 271 rumah dan Desa Pagarawan 40 rumah,” katanya.
Kemudian di Kabupaten Bangka Barat sebanyak 282 rumah. Rinciannya di Kawasan Tanjung Laut, Kelurahan Tanjung, Kecamatan Muntok sebanyak 222 rumah dan di Teluk Rubiah, Kecamatan Tanjung 60 rumah.
"Hari ini kita mengalami puncak banjir rob dan besok diperkirakan masih akan terjadi. Ini membuat kita harus selalu waspada, apalagi besok diperkirakan akan terjadi hujan dan pasangan air laut," ujar Mikron.
Menurut Mikron, peristiwa tersebut terjadi akibat dampak dari fenomena La Nina yang perkirakan akan terjadi setiap tahun.
Menurut Mikron, tahun ini mengalami peningkatan ketinggian air dibandingkan dengan tahun-tahun lalu. Hal ini ditambah dengan kerusakan lingkungan seperti di Rusunawa.
“Sebelumnya jarang banjir, tapi karena ada pembelokan akibat adanya pertambangan dan juga pertambakan udang maupun ikan yang menambah semakin dramatisnya banjir di wilayah Babel," katanya.
Editor : Ikhsan Firmansyah
Artikel Terkait