Selain itu, BI juga berupaya memberikan layanan yang prima untuk memfasilitasi penukaran uang rupiah di masyarakat dalam jumlah yang cukup. Namun dengan mempertimbangkan kondisi Covid-19, apalagi terjadi kerumunan.
"Kami dari BI juga tetap melayani penukaran uang rusak, cacat dan uang yang telah dicabut/ditarik dari peredaran pada hari Kamis saja," ucapnya.
Ia menjamin, dengan sinergi yang dilakukan oleh BI bersama perbankan di Babel, ketersediaan uang tunai di masyarakat dipastikan terjaga.
Bl juga mengajak masyarakat untuk senantiasa mengenali ciri-ciri keaslian rupiah dan merawat uang rupiah sebagai bentuk cinta rupiah.
"Menjaga rupiah yang merupakan simbol kedaulatan negara sebagai bentuk bangga rupiah dan mengenal fungsi rupiah dalam konteks mendorong aktivitas perekonomian sebagai bentuk paham rupiah," katanya.
Editor : Ikhsan Firmansyah
Artikel Terkait