"Hingga hari ini tepatnya pukul 10.00 WIB pencarian masih berlangsung dan kita masih melakukan upaya pencarian terhadap satu korban yang belum ditemukan dengan menggunakan dua ekskavator," ujar Kansar Pangkalpinang, Mickel Rahman Junika.
Enam korban yang sudah berhasil dievakuasi langsung dibawa ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat, dan rencananya akan dipulangkan ke daerah asal mereka di Pandeglang, Banten.
Selain menelan korban jiwa, dua unit eskavator juga ikut tertimbun dalam longsor tersebut. Ironisnya, di lokasi tambang resmi PT Timah ini juga terdapat aktivitas penambangan pasir timah ilegal dalam skala besar, meski akses masuk dijaga oleh pihak keamanan perusahaan.
Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait