3 Nakes di Babel Meninggal Dunia akibat Covid-19

Antara · Kamis, 15 Juli 2021 - 09:04:00 WIB
3 Nakes di Babel Meninggal Dunia akibat Covid-19
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, Rabu (14/7/2021), mengungkapkan adanya tiga nakes di wilayahnya yang meninggal dunia akibat Covid-19. Masyarakat diminta untuk terus siaga dan mematuhi prokes. Foto: Antara/Aprionis

PANGKALPINANG, iNews.id - Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman Djohan, mengungkapkan tiga orang tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya meninggal dunia akibat Covid-19. Dengan meninggalnya nakes ini, Gubernur berharap masyarakat agar semakin siaga, dengan terus menjaga protokol kesehatan.

Erzaldi menyebutkan dua nakes yang bertugas di Puskesmas Kelapa, Bangka Barat meninggal dunia setelah berjuang melawan Covid-19. Sedangkan korban lainnya seorang dokter di Belitung.

"Saya sangat mengapresiasi tenaga kesehatan ini yang telah bekerja siang malam melayani masyarakat," kata Erzaldi, Rabu (14/7/2021).

Gubernur ikut berduka atas berpulangnya nakes dalam memerangi Covid-19. Dia juga berharap masing-masing keluarga dari korban dapat diberi kekuatan.

"Kami mendoakan agar almarhum dan almarhumah diterima di tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," ujarnya.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno, mengatakan, pelaksanaan protokol kesehatan pada masyarakat harus ditingkatkan. Sebab angka kepatuhan memakai masker masyarakat Babel sebesar 67,7 persen dari 89,33 persen rerata nasional.

Sedangkan angka kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan masyarakat Babel 60,9 persen dari 87,68 persen rerata nasional. Untuk urusan ini Babel berada di urutan ke-4 paling rendah se Indonesia.

"Secara nasional angka kepatuhan menggunakan masker masyarakat Babel berada di urutan ke-3 terendah se-Indonesia, dengan tingkat kepatuhan terendah berada di Kota Pangkalpinang dengan 46,88 persen. Angka kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan terendah juga berada di Kota Pangkalpinang dengan 50 persen," kata Andi.

Editor : Erwin C Sihombing