70 Persen Guru Sudah Divaksin, Bangka Tengah Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

Rachmat Kurniawan · Selasa, 22 Juni 2021 - 09:09:00 WIB
70 Persen Guru Sudah Divaksin, Bangka Tengah Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka
Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Iskandar, memastikan Bangka Tengah siap menggelar pembelajaran tatap muka. Dari 2.000 guru dan tenaga pendidik sudah 70 persen menerima vaksin Covid-19. Foto: iNews.id/Rachmat Kurniawan

BANGKA TENGAH, iNews.id - Bangka Tengah siap menggelar pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran 2021-2022. Pasalnya sudah lebih dari 70 persen guru dan tenaga pendidik disuntik vaksin Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Iskandar, mengatakan, total guru dan tenaga didik di Bangka Tengah mencapai 2.000 orang. Kegiatan vaksinasi Covid-19 untuk tenaga guru sampai sekarang masih berjalan di Bangka Tengah.

"Total guru dan tenaga pendidik di Bangka Tengah kurang lebih ada 2.000, di mana 70 persennya sudah divaksin. Sisanya memang ada beberapa orang yang belum karena beberapa kendala, baik itu hamil, menyusui dan lainnya," ujar Iskandar, Selasa (22/6/2021).

Menurut Iskandar, pelaksanaan vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidik memang menjadi persyatan yang diwajibkan dalam pelaksanaaan kegiatan belajar mengajar tatap muka. Persyaratan ini telah disosialisasikan kepada seluruh sekolah.

"Syarat pelaksanaan tatap muka ini harus 100 persen guru tervaksin, kecuali memang ada penyakit penyerta, ibu hamil dan lainnya yang memang masih belum bisa di vaksin," ujarnya.

Dia menuturkan, pembelajaran tatap muka pada tahun ajaran baru siap dilaksanakan di Bangka Tengah. Namun kepastian digelarnya sekolah tatap muka harus mendapat rekomendasi dari Satgas Covid-19.

"Jadi untuk tahun ajaran baru ini kami sudah siap menggelar tatap muka, dengan menerapkan protokol kesehatan, guru dan tenaga pendidik telah divaksin, dan juga tetap melaporkan ke satgas untuk rekomendasi tatap muka di masing-masing wilayah. Jika memang diizinkan kami siap untuk memberlakukan kembali tatap muka," ujarnya

Editor : Erwin C Sihombing