Aung San Suu Kyi Dikudeta Militer Myanmar, Ini Seruan Indonesia

Anton Suhartono · Senin, 01 Februari 2021 - 14:09:00 WIB
Aung San Suu Kyi Dikudeta Militer Myanmar, Ini Seruan Indonesia
Inforafis kudeta militer terhadap Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi. (Infografis: iNews.id)

JAKARTA, iNews.id - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dikudeta oleh pihak militer negara setempat, Senin (1/2/2021) dini hari. Pemerintah Indonesia merespons penangkapan pemimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) yang memenangkan pemilu pada 8 November 2020 lalu itu.

Suu Kyi beserta pejabat pemerintah termasuk Presiden Win Myint ditahan militer beserta para pemimpin partai penguasa NLD. Pemerintahan Myanmar kini diambil alih Panglima Angkatan Bersenjata Ming Aung Hlaing.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dalam pernyataan yang dirilis di Twitter menyampaikan keprihatinan atas perkembangan politik di Myanmar. Kemlu meminta pihak berkepentingan menggukan prinsip Piagam ASEAN.

"Indonesia mengimbau penggunaan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Piagam ASEAN, di antaranya komitmen pada hukum, kepemerintahan yang baik, prinsip-prinsip demokrasi, dan pemerintahan yang konstitusional," bunyi pernyataan Kemlu RI.

Regu penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon berupaya menemukan seorang purnawirawan TNI-AL berpangkat kolonel yang dilaporkan terseret ombak saat mandi di pantai Pulau Ambon, Minggu (31/1/2021). (Foto: ANTARA)
Regu penyelamat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon berupaya menemukan seorang purnawirawan TNI-AL berpangkat kolonel yang dilaporkan terseret ombak saat mandi di pantai Pulau Ambon, Minggu (31/1/2021). (Foto: ANTARA)

Lebih lanjut Pemerintah Indonesia menggarisbawahi, perselisihan terkait hasil pemilihan umum agar diselesaikan dengan mekanisme hukum di Myanmar.

Hal yang tak kalah penting adalah meminta semua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog sehingga kondisi tak semakin buruk.

"Indonesia mendesak semua pihak di Myanmar untuk menahan diri dan mengedepankan pendekatan dialog dalam mencari jalan keluar dari berbagai tantangan dan permasalahan yang ada sehingga situasi tidak semakin memburuk," kata kemlu.

Militer Myanmar melakukan kudeta atas kepemimpinan Aung San Suu Kyi, Senin (1/2/2021). Kekuasaan pemerintah kini diserahka ke Panglima Angkatan Bersenjata Min Aung Hlaing.

Perempuan 75 tahun itu ditahan bersama para pejabat pemerintah, termasuk Presiden Win Myint, serta para pimpinan partai berkuasa, NLD, terkait tuduhan kecurangan pemilu November 2020.

Dalam keterangan yang disiarkan stasiun televisi milik militer, sebagaimana dilaporkan kembali Reuters, keadaan darurat diberlakukan selama setahun.

Editor : Maria Christina

Halaman : 1 2 3