Dorong Ekspor Produk UMKM, Pemprov Babel Latih 60 Pelaku Usaha

Haryanto ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 05:01 WIB
Dorong Ekspor Produk UMKM, Pemprov Babel Latih 60 Pelaku Usaha
Sebanyak 60 pelaku UMKM di Babel diberi pelatihan kewirausahaan di Pangkalpinang, Rabu (14/10/2020). (Foto : iNews.id/ Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews.id - Sebanyak 60 orang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Bangka Belitung, ambil bagian dalam pelatihan kewirausahaan, yang digelar di Pangkalpinang, Rabu (14/10/2020). Para pelaku UMKM perlu didorong agar tidak hanya berorientasi pada pasar dalam negeri, tapi juga berorientasi produksi ekspor.

Kegiatan yang bertemakan Pelatihan Kewirausahaan Dalam Rangka Peningkatan Akses Pasar Berbasis Ekspor dan Pelatihan Strategi Penguatan Bisnis Wirausahai, akan digelar selama tiga hari.

"Saya sangat mengapresiasi pelaku UMKM di Babel, mereka memiliki semangat tinggi dan ambisi yang luar biasa. Namun, mereka perlu dibimbing dari aspek manajemen produk, organisasi, keuangan, serta pemasaran agar produk UMKM mampu bersaing di pasar global. Mereka diharapkan nanti bisa mengekspor produknya," ujar Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

Menurut Gubernur, peran UMKM sebagai tulang punggung perekonomian sangat penting, namun kontribusi ekspor UMKM masih rendah. Dari 180.000 UMKM, hanya sebagian kecil yang telah melakukan ekspor. 

"Padahal banyak produk UMKM Babel yang berpotensi untuk dijual ke pasar global," ucapnya.

Dia mengatakan, pemprov telah memberikan dukungan dengan menggelontorkan dana Rp1 miliar, guna mendorong pemasaran produk UMKM di pasar global.

"Stimulus yang kita berikan ini dalam bentuk kerja sama pemasaran dengan e-commerce skala nasional maupun internasional. Jadi Bapak Ibu diharapkan bisa meningkatkan kualitas pengemasan produk untuk menarik minat konsumen," katanya.

Kebijakan lain yang telah dilakukan, yakni melibatkan BUMN, bekerja sama dengan offtaker, dan mendorong digitalisasi produk UMKM. Kemudian, memfasilitasi standarisasi produk UMKM serta mendorong UMKM memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mengembangkan usahanya.

"Ujian di masa pandemi hendaknya dijadikan sebagai batu loncatan bagi pelaku UMKM untuk dapat terus berkembang dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi yang makin progresif," ujarnya.

Sementara itu, Deputi Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim mengatakan pelatihan hari ini juga bertujuan untuk memotivasi kaum muda menjadi seorang wirausaha.

"Jumlah wirausaha saat ini masih rendah, masih sekitar 3,3 persen. Kami punya target tahun 2024 bisa tumbuh menjadi 3,9 persen atau setidaknya ada pertumbuhan 500 wirausaha setiap tahunnya," ucapnya.

Dirinya menilai potensi wirausaha yang paling produktif ada di perguruan tinggi. Pihaknya saat ini selalu mengembangkan upaya untuk mengubah mindset generasi muda di masa sekarang.

"Jadi kita harapkan lulusan perguruan tinggi tidak lagi berorientasi mencari pekerjaan, namun sebaliknya berorientasi menciptakan lapangan kerja dengan menjadi seorang wirausaha," katanya.


Editor : Ikhsa Firmansyah