Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Babel, Ridwan Djamaluddin. (Foto:Antara)
Antara

PANGKALPINANG, iNews.id – Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Ridwan Djamaluddin segera mengumpulkan bupati, wali kota, dan seluruh pedagang skala besar. Hal itu guna menekan inflasi dampak dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Pj Gubernur Ridwan Djamaluddin mengatakan rapat koordinasi dengan bupati, wali kota, dan seluruh distributor barang serta jasa se-Provinsi Kepulauan Babel ini guna menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menekan inflasi akibat kenaikan harga BBM bersubsidi.

"Kami beserta jajaran mengambil langkah cepat dengan mengadakan pertemuan dengan kepala daerah dan para distributor sembako, berdiskusi untuk mencari solusi segera sesuai arahan Presiden Jokowi," katanya, Selasa (13/9/2022).

Menurut dia, dalam arahan Presiden Jokowi menegaskan daerah harus mengendalikan dengan cara-cara yang lebih kuat dan meminta agar gubernur, bupati, wali kota dapat bekerja bersama seperti saat bekerja serentak mengatasi Covid-19.

"Kami berharap dengan adanya pertemuan dengan seluruh bupati, wali kota dan pedagang ini dapat menghasilkan kesepakatan bersama untuk mengendalikan inflasi yang akan memicu meningkatnya angka kemiskinan di daerah ini," ujarnya.

Presiden Jokowi dalam arahnya kepada seluruh gubernur, bupati, dan wali kota se-Indonesia, secara virtual pada Senin (12/9/2022) mengatakan kenaikan harga barang jasa merupakan hal yang paling ditakuti negara dan harus berhati-hati dengan satu kata inflasi.

"Kita harapkan negara kita bisa mengendalikan inflasi dengan baik. Kalau kita lihat posisi hari ini, 2 persen dana transfer umum masih Rp2,17 triliun. Belanja Tak Terduga Rp16,4 triliun baru digunakan Rp6,5 triliun,” katanya. 

Menurut dia itu artinya ada ruang yang sangat besar untuk menggunakan dana tersebut, juga oleh provinsi, kabupaten/kota. 

“Sebab posisi APBD saat ini realisasi 47 persen masih kecil, segera realisasikan di Oktober, November, dan Desember," ujarnya.

Menurut data kontribusi APBD dalam pertumbuhan ekonomi sebuah daerah sangat besar. Oleh karena itu diingatkan bahwa akibat inflasi tersebut, terutama berkaitan dengan harga pangan.

"Hati-hati, kontribusi inflasi terhadap kemiskinan 74 persen. Harga naik, kemiskinan ikut naik, hutang naik. Hati-hati, harga beras naik meskipun hanya 20 sampai 500 rupiah. Segera intervensi, karena menyangkut kemiskinan di daerah, itu langsung bisa naik angka kemiskinannya," kata Presiden Jokowi.


Editor : Ikhsan Firmansyah

BERITA TERKAIT