3.729 Pelajar di Babel Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama

Antara ยท Jumat, 16 Juli 2021 - 15:14:00 WIB
3.729 Pelajar di Babel Divaksinasi Covid-19 Dosis Pertama
Satgas Covid-19 Babel mengatakan sebanyak 3.729 orang pelajar dan mahasiswa telah menerima vaksinasi Covid-1- dosis pertama, sebagai langkah meningkatkan kekebalan tubuh pelajar dari virus corona itu. Foto: Antara/Aprionis

PANGKALPINANG, iNews.id - Sebanyak 3.729 pelajar dan mahasiswa di Provinsi Bangka Belitung (Babel) telah menerima vaksinasi Covid-19 dosis pertama. Vaksinasi Covid-19 di Babel sekarang ini sudah memasuki tahap ketiga.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno mengatakan, antusiasme pelajar mengikuti vaksinasi cukup tinggi. Sedangkan vaksinasi tahap ketiga dilaksanakan di 85 lokasi dengan target 125 orang divaksin di setiap titik dalam sehari, dengan total target pemberian vaksin 10.625 orang setiap hari.

"Animo pelajar mengikuti vaksinasi pertama ini tinggi dan berjalan dengan baik," kata Andi, Jumat (16/7/2021).

Dia berharap pelaksanaan vaksinasi tahap ketiga dapat menekan angka Covid-19 yang dalam sepekan ini meningkat di Babel. Hingga saat ini realisasi vaksinasi kepada tenaga kesehatan mencapai 14.156 orang, petugas pelayanan publik 123.643 orang, lanjut usia 41.328 orang, masyarakat umum 41.711 orang, dan masyarakat rentan terpapar Covid-19 sebanyak 7.069 orang.

Selain itu, vaksinasi juga dilakukan kepada pengelola Pelabuhan Tanjung Kalian, Muntok, Bangka Barat, anak buah kapal (ABK) yang sandar dan merapat di pelabuhan. Termasuk pedagang dan masyarakat sekitar yang berada di kawasan pelabuhan.

Satgas mengapresiasi peran TNI-Polri dalam melakasanakan percepatan vaksinasi Covid-19 di Babel. Bahkan PT Timah ikut berkontribusi dengan memfasilitasi vaksinasi karyawan dan keluarganya.

"Ini merupakan perkembangan yang baik dan kian menegaskan kolaborasi antarstakeholder dan sinergi lintas sektor, khususnya dengan TNI/Polri. Kolaborasi ini sangat besar arti dan dampaknya dalam upaya bersama kita lepas dari krisis yang disebabkan pandemi Covid-19 ini," katanya. 

Editor : Erwin C Sihombing