4 Oknum Satres Narkoba Polres Pangkalpinang Diduga Lakukan Pemerasan, Ini Tindakan Polda Babel

Haryanto ยท Senin, 29 Agustus 2022 - 17:44:00 WIB
4 Oknum Satres Narkoba Polres Pangkalpinang Diduga Lakukan Pemerasan, Ini Tindakan Polda Babel
Kabid Humas Polda Bangka Belitung, Kombes Pol Maladi. (Foto:ist)

PANGKALPINANG, iNews.id - Sebanyak Empat orang oknum anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Pangkalpinang diduga melakukan pemerasan dan penjarahan. Video CCTV yang merekam aksi oknum tersebut viral di media sosial sejak Minggu (28/8/2022) kemarin.

Dalam video itu, empat oknum tersebut sedang mengangkut sejumlah barang dari dalam toko. Namun tak cuma rekaman CCTV yang beredar, sebuah narasi yang menuduh oknum Sat Narkoba diduga melakukan pemerasan juga beredar bersamaan dengan video tersebut.

"Oknum anggota Reserse Narkoba Polres Pangkalpinang melakukan pemerasan kepada pemilik toko, serta karyawan dan penjarahan barang-barang di toko grosiran Ortiq Let di Jalan Kampung Melayu Gerunggang Pankalpinang," bunyi narasi yang beredar di group aplikasi percakapan WhatsApp.

Dalam narasi tersebut juga disebutkan korban dimintai uang puluhan juta rupiah, namun hanya disanggupi sebagian saja oleh korban.

"Meminta uang Rp50 juta kepada pemilik toko, namun pemilik toko tidak mampu membayar Rp50 juta. Hanya menyanggupi Rp20 juta dengar mentransfer uang ke nomor rekening yang diberikan oleh oknum anggota Reserse Narkoba,” sambungan dari narasi tersebut.

Kemudian dalam narasi itu juga disebutkan oknum tersebut meminta uang kepada karyawan toko sebesar Rp5 juta. 

“Setelah itu oknum anggota tersebut menjarah barang-barang yang ada di toko," akhir dari narasi tersebut.

Menanggapi hal itu Kabid Humas Polda Bangka Belitung (Babel), Kombes Pol Maladi melalui keterangannya mengatakan pihaknya masih mencari kebenaran dari informasi yang beredar di media sosial tersebut. 

"Kami masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu dan mencari sumber bahan keterangan atau sumber keterangan dari korban, siapa korbannya yang telah dilakukan penjarahan dan pemerasan tersebut," kata Maladi, Senin (29/8/2022). 

Setelah dilakukan penyelidikan, kata Maladi, pihaknya akan melakukan langkah-langkah hukum jika ditemukan adanya unsur-unsur yang masuk ke ranah tersebut, sesuai dengan apa yang beredar di media sosial. 

Editor : Ikhsan Firmansyah

Halaman : 1 2

Bagikan Artikel: