5 Hari Dirawat, Penjaga Tinta TPS 3 Air Belo Mentok Meninggal Dunia
BANGKA BARAT, iNews.id - Seorang anggota KPPS atas nama Suwandi yang bertugas sebagai penjaga tinta di TPS 03 Desa Air, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meninggal dunia, Selasa (21/2/2024) kemarin. Dia sempat menjalani perawatan di rumah sakit selama lima hari.
Pria usia 54 tahun itu sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit KIM Pangkalpinang setelah drop pada Rabu (14/2/2024) lalu.
"Tepat di jam 5 lewat beliau duduk tak sadarkan diri. Kemudian dibawa ke rumah sakit Mentok dan diminta untuk dilarikan ke Rumah Sakit KIM Pangkalpinang untuk dioperasi, karena ada pembekuan darah di otak," kata Ketua KPU Bangka Barat, Darjiyono, Rabu (21/2/2024).
Darjiyono mengatakan saat mendaftar sebagai anggota KPPS, Suwandi tidak ada riwayat penyakit serius dan usia Suwandi pun masih memenuhi syarat menjadi petugas KPPS pada Pemilu 2024.
"Sebenarnya beliau ini tidak mengalami penyakit komorbid, cuma gejala darah tinggi rendah. Kita itu kan maksimal usia 55 tahun, jadi secara aturan memenuhi syarat," katanya.
Saat ini jenazah Darjiyono telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Air Belo, Rabu (21/2/2024) pagi. Sementara pihak KPU sedang mengurus santunan sesuai peraturan KPU RI.
"Kami sekarang lagi proses menyalurkan santunan. Pertama santunan kematian Rp36 juta, kemudian santunan untuk pemakaman Rp10 juta. Kami diinstruksikan secepat mungkin, paling lama tiga hari ke depan akan ditransfer ke ahli waris," ucapnya.
Dari peristiwa ini, KPU Bangka Barat akan melakukan evaluasi. Untuk rekrutmen anggota KPPS, pihaknya meminta calon peserta akan lebih terbuka terkait kondisi kesehatan mereka agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
"Paling tidak kami menyarankan ke teman-teman yang ingin mendaftarkan menjadi anggota KPPS. Kami menyarankan jujur tentang kesehatan, supaya kami dapat memastikan jajaran dapat bekerja dengan sehat," katanya.
Editor: Ikhsan Firmansyah