Antisipasi Lonjakan Covid-19, Desa di Bangka Barat Diminta Sediakan Wisma Karantina

Rachmat Kurniawan, Antara ยท Jumat, 30 April 2021 - 17:24:00 WIB
Antisipasi Lonjakan Covid-19, Desa di Bangka Barat Diminta Sediakan Wisma Karantina
Untuk menekan laju Covid-19, Desa di Bangka Barat perlu wisma karantina. Foto: Antara

MENTOK, iNews.id - Sebagai langkah mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 di Bangka Barat, Satgas Covid-19 meminta aparatur desa untuk menyiapkan wisma karantina. Keberadaan wisma penting sebagai lokasi warga yang terkonfirmasi positif, menjalani karantina.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangka Barat, M. Putra Kusuma menyebut, ketersediaan wisma karantina nantinya dapat mendukung pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro.

"Jika dalam satu keluarga hanya ditemukan satu atau sebagian, maka pasien tersebut diarahkan untuk menjalani isolasi di wisma karantina desa atau kelurahan. Namun jika seluruh anggota keluarga yang positif Covid-19 maka perlu melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing," kata Putra, di Mentok, Bangka Barat, Jumat (30/4/2021).

Dikatakan, jumlah warga Bangka Barat yang saat ini masih wajib menjalani isolasi sebanyak 406 orang, sementara kapasitas Wisma Karantina Pemkab Bangka barat hanya 14 kamar.

Menurut dia, pola isolasi atau karantina di tingkat desa dan kelurahan akan memudahkan petugas dalam pemantauan, pengawasan, perawatan dan pemeriksaan para pasien, termasuk dalam menyalurkan bantuan makanan dan suplemen atau vitamin kepada para pasien karena terpusat dalam satu rumah atau bangunan.

"Pada praktiknya nanti para petugas Puskesmas akan dibantu relawan dan petugas di tingkat desa atau kelurahan dalam distribusi berbagai kebutuhan para pasien tersebut," katanya.

Selain mengalami peningkatan kasus Covid-19, Babel turut dihantui lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) diwilayahnya. Di Kabupaten Bangka Tengah, sudah terdapat dua kasus DBD di mana salah satu penderita turut terpapar Covid-19.

"Memang sudah ada dua kasus DBD di Kecamatan Pangkalan Baru dan Kecamatan Koba. Kita telah melakukan penanganan terhadap pasien, termasuk melakukan penyemprotan di kediaman pasien sebanyak dua kali," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah, Zaitun.

Kasus DBD di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) tergolong tinggi. Pada Januari-Juni 2020, kasus DBD tercatat mencapai 695 kasus. Sementara Covid-19 hanya 148 kasus. Sedangkan kasus Covid-19 di Babel sekarang ini sudah tembus 13.000 kasus. 

Diungkapkan Zaitun, salah satu kasus pasien DBD juga terpapar Covid-19. Kini pasien tersebut tengah mendapatkan penanganan medis secara intensif.

"Satu pasien DBD kita ini ternyata juga terpapar Covid-19. Tapi sudah kita tangani dan telah masuk rumah sakit untuk mendapatkan penangan medis yang intensif," ujar Zaitun.

Editor : Erwin Sihombing