Kisah Jenderal Kopassus Bertaruh Nyawa Duel dengan Pimpinan Pemberontak di Hutan

Sucipto ยท Kamis, 10 Februari 2022 - 12:40:00 WIB
Kisah Jenderal Kopassus Bertaruh Nyawa Duel dengan Pimpinan Pemberontak di Hutan
Jenderal TNI (Purn) Abdullah Mahmud (AM) Hendropriyono (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id – Prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) kerap bertaruh nyawa dalam menyelesaikan penugasan di medan yang berat. Berduel dengan pemberontak di pedalaman hutan pernah dilakukan seorang prajurit Kopassus Jenderal TNI Purnawirawan AM Hendropriyono.

Kisah itu diceritakan dia dalam buku "Operasi Sandi Yudha". Saat itu, dia yang masih berpangkat kapten mendapat penugasan di belantara hutan di Kalimantan Utara. Misinya untuk menangkap pimpinan pasukan Barisan Rakyat (Bara) Sukirjan alias Siauw Ah San. 

Misi penangkapan itu disebut operasi pembersihan Pasukan Gerilya Rakyat Serawak (PGRS)/Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) pada 1973 silam. 

Saat itu, Hendropriyono yang berhasil menjangkau persembunyian pimpinan pemberontak tersebut, harus berduel maut dengan Siauw Ah San yang menolak untuk ditangkap. 

AM Hendropriyono (kiri) bersama Prabowo Subianto (kanan) pada 1983. (Foto: Instagram Diaz Hendropriyono).
AM Hendropriyono (kiri) bersama Prabowo Subianto (kanan) pada 1983. (Foto: Instagram Diaz Hendropriyono).

Hendropriyono kemudian memberikan komando untuk menyerbu mendobrak jendela. Sedangkan Abdullah alias Pelda Ahmad Kongsenlani yang lari lebih cepat dan mendahuluinya mendobrak pintu. 

Nahas, perut Kongsenlani sobek oleh bayonet Siauw Ah San. Melihat usus Kongsenlani terburai, Hendropriyono dengan sigap melemparkan pisau komando ke tubuh Siauw Ah San.

Namun, pisau komando yang dilemparkan tidak menancap telak dan hanya memberikan luka ringan di dada kanannya. ”Saat itu saya tanpa senjata di tangan dan harus merebut bayonet dari Siauw Ah San. Sedangkan pistol masih terselip di belakang bawah punggung,” kenangnya. 

Editor : Reza Yunanto

Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel: