Kronologi IRT di Bangka Barat Diterkam Buaya saat Mencuci Pakaian di Pemandian Umum

Rizki Ramadhani ยท Senin, 05 September 2022 - 13:24:00 WIB
Kronologi IRT di Bangka Barat Diterkam Buaya saat Mencuci Pakaian di Pemandian Umum
Korban terkaman buaya, Saria (52) saat menjalani perawatan intensif di Puskesmas Sekarbiru. (Foto: Ist)

BANGKA BARAT, iNews.id - Seorang ibu rumah tangga (IRT) di Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Bangka Belitung diterkam buaya berukuran sekitar tiga meter. Peristiwa itu terjadi saat korban bernama Saria (52) sedang mencuci pakaian di tempat pemandian umum, Senin (5/9/2022).

Akibat terkaman buaya tersebut, korban mengalami patah tulang dan luka robek di bagian tangan. Saat itu korban sedang mencuci pakaian di sebuah kolong (kubangan) bekas pertambangan yang dijadikan tempat pemandian umum Dusun Perumnas, Desa Sekarbiru, Kecamatan Parittiga, Kabupaten Bangka Barat.

"Saya baru tahu saat berada di lokasi bekerja dan langsung bergegas pulang, setelah mendapat kabar istri saya diserang buaya saat sedang mencuci pakaian di tempat pemandian umum," ujar suami korban, Jumli. 

Jumli menambahkan, buaya tersebut sebelumnya juga dikabarkan pernah menyerang salah seorang warga setempat. Dia berharap buaya ini segera ditangkap agar tidak terjadi peristiwa serupa. 

"Diperkirakan besar (ukuran) buaya itu. Sering mengganggu, sebelumnya juga ada warga Perumnas diserang buaya ini. Untuk itu kami berharap buaya itu segera ditangkap agar tidak memakan korban lagi," ucapnya. 

Sementara itu Kepala Dusun Perumnas, Ayat Imran mengatakan korban terkaman buaya mengalami sejumlah luka. Kemudian korban dibawa ke puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis. 

"Memang benar, katanya ada warga yang dihantam buaya pagi tadi. Begitu dapat informasi kami langsung mengecek ke lokasi dan melihat sendiri tangannya (korban) patah dan bersimbah darah, terus korban dibawa ke Puskesmas Sekar biru," kata Ayat Imran. 

Ke depan, kata dia, pihaknya akan memasang papan informasi terkait imbauan larangan adanya aktivitas masyarakat di lokasi tersebut. 

"Jadi, untuk yang akan datang kami imbau masyarakat, terutama untuk anak-anak yang sering mandi di sini akan kami larang. Kami akan memasang plang secepatnya agar masyarakat tidak mandi, mencuci atau memancing di lokasi itu," katanya. 

Editor : Ikhsan Firmansyah

Bagikan Artikel: