Pelabuhan Desa Kurau Bangka Tengah Dikeruk, Kapal Wisata Bisa Bersandar

Antara · Minggu, 29 Agustus 2021 - 16:36:00 WIB
Pelabuhan Desa Kurau Bangka Tengah Dikeruk, Kapal Wisata Bisa Bersandar
Pelabuhan kapal nelayan tradisional di Desa Kurau, Kabupaten Bangka Tengah, Babel. Foto: Antara/Aprionis

PANGKALPINANG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) bakal mengeruk pelabuhan kapal nelayan tradisional di Desa Kurau, Bangka Tengah. Selain mengalami pendangkalan, pengerukan dilakukan untuk mendorong perekonomian warga pesisir karena nantinya kapal wisata bisa bersandar.

"Pelabuhan ini tidak hanya dimanfaatkan untuk sandar kapal nelayan, tetapi juga tempat sandar kapal angkutan wisatawan ke Pulau Ketawai yang sangat diminati wisatawan lokal, nasional, dan internasional," kata Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, Minggu (29/8/2021).

Dia mengatakan, pengerukan pelabuhan tempat sandar kapal ini tidak hanya akan meningkatkan aktivitas dan hasil tangkapan ikan nelayan tradisional. Namun meningkatkan kunjungan wisatawan ke Pulau Ketawai yang berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Dalam mempercepat pengerukan pelabuhan kapal nelayan ini, pemprov berkoordinasi dengan Pemkab Bangka Tengah dan Balai Wilayah Sungai Bangka Belitung Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (BBWS SDA) Kementerian PUPR. Dia berharap proyek tersebut bakal berjalan sesuai dengan rencana.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini pengerukan sudah direaliasaikan, sehingga nantinya tidak ada kendala bagi nelayan untuk melaut. Selain itu, Desa Kurau akan menjadi titik poin untuk ke Pulau Ketawai, nanti akan tumbuh UMKM-UMKM di sekitarnya," katanya.

Bupati Bangka Tengah Algafry Rahman mendukung proyek ini. Sekarang ini jajarannya sedang mendata jumlah warga yang akan direlokasi dan menyetujui kegiatan itu.

"Kami sudah mengajukan dalam KUA PPAS 2022 kepada DPRD untuk mendukung proyek pengerukan pelabuhan dan alur sungai Desa Kurau," kata Algafry.

Editor : Erwin C Sihombing

Bagikan Artikel: