Pemprov Babel Wajibkan Ekspor Lada Putih Harus lewat Pelabuhan Pangkalbalam

Antara ยท Rabu, 03 Maret 2021 - 16:37:00 WIB
Pemprov Babel Wajibkan Ekspor Lada Putih Harus lewat Pelabuhan Pangkalbalam
Gubernur Babel Erzaldi Rosman, bersama Dirjen Hubla Kemenhub meninjau lokasi pengembangan Pelabuhan Pangkalbalam. (Foto: iNews.id/Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews,id- Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mewajibkan eksportir lada putih harus melalui Pelabuhan Pangkalbalam. Kebijakan itu diterapkan agar data ekspor komoditas perkebunan di Babel sinkron dengan jumlah yang keluar.

"Kami mengharapkan para eksportir tidak mengirimkan lada melalui daerah lain, tetapi langsung dari Babel," kata Dirut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Babel, Saparudin di Pangkalpinang, Rabu (3/3/2012).

Dia mengatakan kebijakan itu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan. Rosman mengharuskan eksportir mengekspor lada putih dan hasil pertanian hingga perkebunan lainnya dari pelabuhan di Babel.

Kebijakan ini dimulai dengan instruksi tentang operasionalisasi 24 jam Pelabuhan Pangkalbalam. Surat permohonan dilayangkan kepada PT Pelindo II Pangkalbalam dan Perusahaan Bongkar Muat (PBM) di Babel.

"Ini penting,karena kami sinyalir ekspor lada tidak melalui Kantor Pemasaran Bersama (KPB) dan tanpa menggunakan IG (Indikasi Geografis) lada Babel. Karena itu BUMD Bangka Belitung lakukan rapat konsolidasi dan sinkronisasi data perdagangan lada Muntok White Pepper, ekspor dan antar pulau," ujarnya.

Dia berharap kebijakan itu didukung semua pihak. Hal itu menghindari pengiriman antarpulau.

"Kalau tidak dikirim dari sini (Babel), output data ekspor komoditas asal Babel rendah. Jika ekspor dari tempat lain, orang lain yang dapat untungnya, kita malah kecil, padahal komoditasnya dari kita. Ini yang kami harapkan bisa disamakan persepsinya dengan para eksportir," katanya.

Ia menduga ada banyak lada yang keluar dari Babel tanpa melalui IG dan KBM. Dengan demikian membuat data ekspor Babel tidak sinkron dengan jumlah komoditas yang keluar. Data ekspor komoditas yang langsung dilakukan dari POB Babel sangat penting menambah alokasi dana pusat untuk pengembangan daerah.

"Selama ini, ekspor Babel selalu terdata kecil, sedangkan faktanya komoditas yang keluar dari Babel cukup besar, seperti udang, yang dikirim antarpulau kemudian ekspornya dilakukan dari POB Lampung. Data BPS pun menunjukkan ekspor Babel kecil, padahal kita miliki produksi sawit, karet, dan lainnya yang cukup tinggi," ujarnya.

Editor : Ibnu Hariyanto