Program Berobat Gratis Bangka Barat Belum Terealisasi

Rizki Ramadhani · Kamis, 03 Juni 2021 - 08:22:00 WIB
Program Berobat Gratis Bangka Barat Belum Terealisasi
Wakil Bupati Bangka Barat saat berada di gedung DPRD Bangka Barat, Rabu (2/6/2021). Wabup optimistis dapat merealisasikan program UHC. Foto: iNews.id:Rizki Ramadhani

BANGKA BARAT, iNews.id - Wakil Bupati Bangka Barat, Bong Ming Ming, optimistis dapat meluncurkan program berobat gratis hanya dengan menggunakan KTP bagi masyarakat. Program tersebut dapat diterapkan melalui Universal Health Coverage (UHC) yang realisasinya masih menunggu koordinasi dengan BPJS Kesehatan.

Hal tersebut diungkapkan Bong Ming Ming di sela-sela kegiatannya, saat menghadiri rapat dengar pendapat dengan DPRD Bangka Barat, pada Rabu (2/6/2021). Bong ingin mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat melalui UHC.

"Kalau masyarakat berobat selama ini kan menggunakan BPJS itu bisa 14 hari, tapi dengan adanya UHC ketika bikin, hari itu juga bisa berlaku. Jadi masyarakat Bangka Barat, Insya Allah cukup dengan KTP, bisa berobat gratis karena otomatis BPJS nya bisa langsung aktif," ujar Bong Ming Ming.

Bong menyebutkan, kendala yang dialami untuk mengeksekusi program UHC disebabkan belum adanya pakta integritas antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat dengan BPJS Kesehatan. Sebab dalam pakta integritas nantinya diatur mekanisme cut off

"Untuk proses pembuatan UHC ini ada yang namanya cut off, begitu cut off dibuka oleh BPJS pusat, maka berlaku lah satu hari selesai. Kalau ini tidak dibuka maka tidak bisa berlaku UHC, beberapa persyaratan sudah kita penuhi, tinggal persyaratan pakta integritas," tutur Bong.

Dia meyakini persoalan belum terealisasinya program UHC terletak pada komunikasi yang belum intensif antara pemkab dengan BPJS Kesehatan. Dia optimistis kendala yang dialami bakal teratasi dalam waktu dekat.

"Mereka menanyakan ini karena khawatir tatkala pakta integritas ditandatangani, dapat berdampak negatif kepada masyarakat Bangka Barat. Jadi sebenarnya semangat sama untuk kebaikan, hanya komunikasi saja," katanya.

Bangka Barat telah menyiapkan anggaran Rp11 miliar untuk mencapai UHC. Salah satu syarat yang diatur untuk daerah menerapkan UHC, sebanyak 95 persen dari jumlah penduduk telah menjadi peserta BPJS Kesehatan. 

"Anggaran Rp11 miliar ini adalah target untuk mencapai UHC, persoalan masyarakat yang belum masuk ya kita sudah sampaikan mekanismenya dengan BPJS. Begitu ada masyarakat yang sakit, baik berobat jalan atau rawat inap dengan menunjukan KTP bisa langsung gratis," ungkapnya.

Editor : Erwin Sihombing