Tak Bisa Jualan Sampai Malam, Pedagang Belitung Timur Keluhkan PPKM Mikro

Devi Sulitya ยท Selasa, 13 Juli 2021 - 15:36:00 WIB
Tak Bisa Jualan Sampai Malam, Pedagang Belitung Timur Keluhkan PPKM Mikro
Petugas gabungan berpatroli memastikan warga Belitung Timur menaati ketentuan PPKM mikro yang diberlakukan selama 11-19 Juli 2021. Pedagang mulai merasakan dampak berkurangnya pemasukan. Foto: iNews.id/Devi Sulitya

BELITUNG TIMUR, iNews.id - Pedagang di Belitung Timur, Bangka Belitung (Babel), mulai mengeluhkan pemberlakuan PPKM mikro. Pasalnya, hanya apotek saja yang bisa beroperasi hingga di atas pukul 20.00 WIB, sementara unit usaha lain harus tutup.

Pedagang kecil, yang umumnya berdagang kopi, asongan di pinggir jalan atau rumah kecil sudah mulai merasakan dampak pemberlakuan PPKM mikro. Mereka berharap adanya kebijakan yang tidak terlalu memberatkan dari pemerintah.

"Saya selaku pemilik warung kopi mendukung pemerintah daerah menerapkan PPKM. Akan tetapi pemerintah daerah harus bersikap adil terhadap pedagang kecil seperti kami ini," kata seorang pedagang, M Noor, Selasa (13/7/2021).

Noor mengatakan, dalam menjalankan usahanya dia harus membayar pajak sekitar Rp1 juta setiap tahunnya. Ada pula biaya yang harus dikeluarkan untuk iuran listrik, sewa, sampah dan menggaji karyawan.

"Jadi jangan sampai kami dipungut pajaknya tetapi kami dipaksa untuk mengikuti itu," ujarnya.

Seorang pemilik rumah makan, Sista, juga mengeluhkan hal yang serupa. Ada beban sewa kontrak untuk menjalankan usaha sementara jam operasional dagang dibatasi tak lebih dari pukul 20.00 WIB.

"Tidak masalah jam 20.00 WIB ditutup tetapi bisa dibungkus. Kalau ditutup total bagaimana kami? Harga cabai saja sekarang sudah mahal," kata Sista.

PPKM mikro di Belitung Timur dilaksanakan selama 11-19 Juli 2021. Petugas gabungan kerap berpatroli untuk memastikan warga menaati ketentuan selama PPKM mikro.

Editor : Erwin C Sihombing