Tragedi Sriwijaya Air, 5 Orang Sekeluarga asal Pangkalpinang Sempat Kirim Foto di Bandara

Haryanto ยท Minggu, 10 Januari 2021 - 17:45:00 WIB
Tragedi Sriwijaya Air, 5 Orang Sekeluarga asal Pangkalpinang Sempat Kirim Foto di Bandara
Keluarga penumpang pesawat Sriwijaya Air asal Pangkalpinang yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu. (Foto: iNews/Haryanto)

PANGKALPINANG, iNews.id – Duka menyelimuti keluarga Rizki Wahyudi, penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021) asal Pangkalpinang, Bangka Belitung. 

Sebelum kejadian, Rizki yang mengajak istri, anak dan ibu serta keponakannya sempat membagikan foto-foto ke keluarga sebelum pesawat Sriwijaya Air berangkat ke Pontianak. 

Paman korban, Rapin Akbar mengaku, tidak ada firasat saat lima anggota keluarganya dikabarkan menjadi korban. Sebelum keberangkatan, dia masih sempat berbicara dengan Rizki melalui video call dan membagikan foto-foto anaknya saat di bandara.

"Jam 12 lewat menginfokan pesawatnya delay sampai jam 14. Disitu dia sempat nanyak cuaca di Pangkalpinang seperti apa, saya jawab agak gerimis. Sempat menunjukan wajah anaknya yang lagi tidur," tuturnya, Minggu (10/1/2021).

Dia menngatakan, Rizki yang menjadi aparatur sipil negara (ASN) di Pontianak itu memboyong ibu, anak, istri dan sepupunya untuk tinggal bersamanya di Kalimantan.

"Di sana kan dia bekerja sering ke hutan, jadi ngajak ibunya untuk memanin istrinya di rumah. Sepupunya si Nabila juga ikut karena dari kecil sudah tinggal sama ibunya Rizki, setelah orang tunya meninggal. Rencananya Nabila yang masih kelas 1 SMP akan disekolahkan di Kalimantan," kata Rapin.

Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepastian dari pihak berwenang, terkait nasib anggota keluarganya itu. Untuk itu Rapin bersama anggota keluarga lainnya, pergi ke posko pesawat jatuh Sriwijaya Air, di Jakarta sembari membawa data antimortem para korban.

"Rizki belum meninggal. Walaupun meninggal apapun itu, tetap kita bawa kesini," katanya.

Rapin menuturkan, Rizki sejak kecil sudah ditinggal sang ayah yang pisah dengan ibunya. Ia pun tumbuh besar bersama ibunya hingga bisa mengenyam pendidikan sarjana.

Editor : Kastolani Marzuki

Halaman : 1 2