Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangka Barat, Naufal. (Foto: iNews.id/Rizki Ramadhani)
Rizki Ramadhani

BANGKA BARAT, iNews.id - Petinggi Khilafatul Muslimin di Bangka Barat, Ahmad Zainuri (47) dituntut hukuman penjara selama lima tahun enam bulan oleh JPU. Terdakwa telah bergabung di Ormas Khilafatul Muslimin selama 22 tahun.

Tuntutan tersebut, usai dilakukan persidangan dengan agenda pembacaan tuntutan atas nama terdakwa Ahmad Zainuri di Pengadilan Negeri Muntok, Selasa (29/11/2022) kemarin.

"Bahwa terdakwa telah bergabung dalam Ormas Khilafatul Muslimin selama 22 tahun dan terdakwa merupakan salah satu tangan kanan pimpinan Khilafatul Muslimin Abdul Qadir Hasan Baraja. Dia juga pernah ditunjuk sebagai Menteri Kesehatan dan Olahraga Ormas Khilafatul Muslimin," kata Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangka Barat, Naufal, Rabu (30/11/2022).

Naufal mengatakan terdakwa Ahmad Zainuri melanggar Pasal 59 Ayat (4) Huruf C Juncto Pasal 82A Ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 16 Tahun 2017, tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Naufal mengatakan untuk agenda persidangan selanjutnya kemungkinan bakal digelar pada minggu depan.

"Kemarin sidang agenda itu sudah sampai tahapan tuntutan. Jadi, minggu depan ada pleidoi. Mungkin minggu depan lagi sudah dilakukan sidang putusan," tuturnya. 

Terakhir, Naufal menyebutkan dalam perkara ini pihak Kejari Bangka Barat hanya menjerat satu orang tersangka.

"Kami menghadirkan enam orang saksi, satu orang  ahli. Kalau untuk perkara Khilafatul Muslimin di Bangka Barat cuma satu orang tersangka," ucapnya.

Diketahui saat tersangka diamankan Polres Bangka Barat pada Juni 2022 lalu, ditemukan sejumlah barang bukti seperti buku-buku, senjata tajam, buku tabungan, laptop, dan kartu tanda pengenal keanggotaan.


Editor : Ikhsan Firmansyah

BERITA TERKAIT