Pembangunan akses jalan Pelabuhan Tanjung Ular di Desa Air Limau, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat. (Foto: iNews.id/Rizki Ramadhani)
Rizki Ramadhani

BANGKA BARAT, iNews.id - Pembangunan akses jalan untuk Pelabuhan Tanjung Ular Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung, terkendala status kawasan hutan lindung. Akses jalan sepanjang 17 kilometer tersebut di antaranya masih berstatus hutan lindung.

Ada jalan sepanjang 3,4 kilometer yang berstatus hutan lindung. Namun kini tersisa sekitar 300 meter yang belum bisa dilewati. Selebihnya sudah dilakukan eksisting oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Bangka Barat. 

Plt Kepala Dinas PUPR Bangka Barat, Novianto mengatakan telah mengantongi surat izin pinjam pakai ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH).

"Lahan 3,4 kilometer itu masih terkendala masuk hutan lindung, tapi eksisting itu sendiri sudah terbuka dan tersisa masih ada hutannya itu sekitar 300 meter. Kami sudah mengajukan surat izin pinjam pakai Januari kemarin, dan bulan ini kami sudah dapat rekomendasi dari BPKH," kata Novianto, Sabtu (30/7/2022). 

Menurutnya, Dinas PUPR Bangka Barat tinggal menyelesaikan kelengkapan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) agar tahapan  izin pinjam pakai dapat dieksekusi tahun 2023.

"Kalau di tahapan sekarang kami masih menyelesaikan dokumen terkait Amdal. Mudah-mudahan tahun 2023 nanti terkait izin pinjam pakai dapat dieksekusi," ucapnya. 

Novianto menambahkan, Dinas PUPR Bangka Barat telah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) terkait rencana strategis daerah ini. 

"Jadi, teman-teman BBPJN juga telah merespons baik. Sebab, Pelabuhan Tanjung Ular pembangunan fisiknya sudah 95 persen dan bulan Oktober akan rampung. Harapannya itu bisa meningkatkan perekonomian di Bangka Barat," katanya. 


Editor : Ikhsan Firmansyah

BERITA TERKAIT