Galakkan Program Padat Karya, Babel Tanam Mangrove Seluas 500 Hektare

Haryanto ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 23:35 WIB
Galakkan Program Padat Karya, Babel Tanam Mangrove Seluas 500 Hektare
Gubernur Babel Erzaldi Rosman, disamping Kepala Dinas Kehutanan dan masyarakat menanam mangrove di Desa Batu Beriga, Bangka Tengah. (Foto : Humas Pemrov Babel)

BANGKA SELATAN, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bangka Belitung (Babel) kembali menyelenggarakan program padat karya, dengan menanam pohon mangrove di sejumlah daerah di Babel. Program itu upaya pemulihan ekonomi nasional ditengah pandemi Covid-19.

Dalam program tersebut, Babel akan menumbuhi tanaman mangrove seluas 500 hektare (ha), yang terbagi 250 ha untuk Bangka dan 250 ha untuk Belitung.

Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, dalam arahannya saat penanaman mengrove di Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, Kamis (15/10/20) siang menyebut, agar program pemerintah ini dimanfaatkan dengan baik. Bukan hanya karena untuk mendapatkan uang saja, akan tetapi niatkan untuk menjaga hutan dan lingkungan dengan baik. Lingkungan yang bagus akan memberikan manfaat bagi kelangsungan kehidupan di kemudian hari.

"Hati kita ini harus terpanggil untuk memelihara hutan, itu yang penting. Jangan sampai mangrove yang ditanam ini gagal, untuk itu tugas ini dijalankan sepenuh hati," tutur Erzaldi.

Ia kemudian kembali meyakinkan masyarakat, jika hutan terjaga dengan baik, maka hutan tersebut akan memberikan manfaat bagi warga.

"Program ini memberdayakan masyarakat setempat, dengan harapan mangrove yang ditanam terjaga dengan baik sekaligus dapat meningkatkan pendapatan warga," katanya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Babel, Marwan menuturkan, untuk kawasan Pantai Batu Beriga ditanam mangrove seluas 50 hektare, nantinya dikelola oleh dua kelompok tani yaitu Kelompok Tani Cinta Lingkungan dan Kelompok Tani Peduli Hutan.

Menurutnya, program padat karya ini merupakan upaya yang dibayar kepada anggota kelompok tani mengunakan dana pemerintah pusat melalui BPDASHL, yang dibayar ke rekening anggota masing-masing dan masuk dalam kelompok tani.

"Kami tekankan kepada kelompok tani yang mengolah mangrove agar tanaman yang ditanam ini dijaga dengan baik, sehingga mangrove tersebut tumbuh subur sesuai yang diinginkan," ujarnya.

Salah seorang warga setempat, Amad, ketika dikonfirmasi media menilai, program padat karya ini sangat membantu masyarakat, karena saat ini warga kesulitan ekonomi akibat Covid-19.

"Kami senang program ini, kami bisa bekerja dan dapat uang. Kami sekarang kesulitan ekonomi akibat Covid-19," katanya.


Editor : Ikhsa Firmansyah