Tekan Sebaran Covid-19, Babel Kembali Berlakukan Jam Malam

Antara ยท Jumat, 09 Juli 2021 - 12:43:00 WIB
Tekan Sebaran Covid-19, Babel Kembali Berlakukan Jam Malam
Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, bakal menerapkan kembali jam malam dan operasi yustisi. Foto: Istimewa

PANGKALPINANG, iNews.id - Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, bakal kembali memberlakukan jam malam dan operasi yustisi. Pasalnya, sebaran kasus Covid-19 di Babel mengalami kenaikan.

Erzaldi mengatakan, penerapan jam malam untuk membatasi mobilitas warga dan kerumunan pada pusat keramaian dan objek wisata. Di samping itu, Gubernur ingin memastikan masyarakat patuh menjalankan protokol kesehatan.

"Kita mengambil kebijakan ini agar ke depan masyarakat dapat menjalankan protokol kesehatan dengan baik dan benar," ujar Gubernur, Jumat (9/7/2021).

Jumlah pasien Covid-19 dalam perawatan di Babel mencapai 1.931 kasus. Babel mengalami peningkatan rata-rata 200 kasus per hari.

"Dalam waktu dekat ini kita melakukan sidak dan pemberlakuan jam malam ini," kata Erzaldi.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Babel Andi Budi Prayitno mengatakan, total 1.931 pasien dalam perawatan di Babel orang tersebar di Kota Pangkalpinang (459), Bangka (362), Bangka Tengah (288), dan Bangka Barat (195). Selanjutnya Bangka Selatan (102), Belitung (385) dan  Belitung Timur (140)

"Peningkatan kasus ini karena kesadaran masyarakat mematuhi protokol kesehatan yang masih rendah," ujar Andi.

Berdasarkan monitoring kepatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan pada sepekan terakhir, angka kepatuhan memakai masker di Babel 67,7 persen dari 89,33 persen rerata nasional. Secara nasional angka kepatuhan menggunakan masker masyarakat Babel berada di urutan ke-3 terendah se-Indonesia.

Sedangkan angka kepatuhan menjaga jarak dan menghindari kerumunan masyarakat Babel 60,9 persen dari 87,68 persen rerata nasional, dimana secara nasional menempatkan Babel berada di urutan ke-4 paling rendah se Indonesia. Kota Pangkalpinang berada pada tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jarak terendah.

Editor : Erwin C Sihombing