Tekan Laju Covid-19, PPKM Diterapkan di 6 Desa dan Kelurahan Bangka 

Antara · Jumat, 30 April 2021 - 13:07:00 WIB
 Tekan Laju Covid-19, PPKM Diterapkan di 6 Desa dan Kelurahan Bangka 
Spanduk larangan masuk ke salah satu desa karena sedang menerapkan PPKM skala mikro. Foto: Antara

PANGKALPINANG, iNews.id - Satgas Penanganan Covid-19 Bangka Belitung (Babel), bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka memutuskan untuk menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro di 6 desa dan kelurahan Kabupaten Bangka. Warga diharapkan menaati ketentuan tersebut untuk menekan laju penularan Covid-19 di Bangka.

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Babel, Andi Budi Prayitno mengungkapkan, PPKM di 6 lokasi tersebut meliputi empat kelurahan yaitu Sungailiat, Sri Menanti, Bukit Betung dan Kenanga serta dua desa yaitu Air Ruai dan Karya Makmur.

"Kita berharap dengan diberlakukannya PPKM ini dapat menekan angka kasus orang terpapar Covid-19 dan meninggal karena virus corona itu," kata Andi, di Pangkalpinang, Jumat (30/4/2021).

Pihaknya meminta pemerintah kabupaten dan kota mengaktifkan dan mengoptimalkan peran Posko Penanganan Covid-19 di kecamatan dan desa yang berada di daerah perbatasan guna menekan risiko penularan virus corona.

"Setiap pengabaian dan kelalaian dapat berdampak luas pada keselamatan jiwa sesama serta membuat proses dan capaian yang sudah tercipta dengan baik akan kembali tidak kondusif, dan mundur ke belakang," kata dia.

Sebelumnya, Pemprov Babel telah menerapkan PPKM skala mikro di 9 desa di Kabupaten Bangka Barat yakni Desa Jebus, Ranggi Asam, Mislak, Sinar Manik, Sekar Biru, Tempilang, Sungai Baru, Sungai Daeng, dan Belo Laut.

Menurutnya, pelaksanaan PPKM skala mikro selaras dengan kearifan lokal dan tradisi masyarakat Negeri Serumpun Sebalai yang penduduknya memiliki sifat dan karakter saling peduli, tolong menolong, serta bergotong royong membantu saudara, tetangga, dan sesama warga yang kesusahan atau sedang ditimpa musibah.

"Kami telah membentuk posko pengawasan dan pemantauan secara terpadu, termasuk suplai dan distribusi makanan ataupun obat-obatan, suplemen, multivitamin, dan lain-lainnya bagi warga yang sedang menjalani isolasi mandiri di desa tersebut," ujar Andi.

Editor : Erwin Sihombing